Advertisement
Articles Web Design

Belajar Membuat Website Sendiri – Pengalaman 8 Tahun Menjadi Web Designer dan Developer

Belajar Membuat Website Sendiri + Pengalaman 8 Tahun Menjadi Web Designer dan Developer. Iya, seperti judul yang kamu baca, pada artikel ini saya akan membahas tentang dua poin penting tersebut, belajar membuat website dan pengalaman 8 tahun saya menjadi web designer dan developer.

Plus, bonus tips yang wajib kamu lakukan dalam belajar membuat websitemu sendiri.Belajar Membuat Website Sendiri

Dibawah, saya sudah buatkan daftar isi pembahasan yang ada di artikel ini. Jika kamu merasa artikel ini terlalu panjang, kamu bisa klik daftar isinya untuk langsung ke pembahasan yang ingin kamu baca.

 Daftar Isi

Dalam Artikel ini, saya tidak akan membahas lebih dalam tentang teknis membuat website, tapi lebih kepengalaman saya dalam belajar membuat website, bagaimana pertama kali saya belajar hingga saya benar-benar bisa membuat website saya sendiri.

Sebelum memulai membaca silahkan buka spotify kamu dan pilih musik yang akan membuat kamu nyaman dalam membaca karena artikel ini akan menjadi sangat lumayan panjang.

Saya sendiri adalah founder dari blog ini, blog yang saya buat pada tahun 2012 yang awalnya dibuat untuk iseng-iseng saja dan akhirnya mulai saya seriuskan. Dengan pengalaman yang hampir 8 tahun didunia website, saya ingin membagikan semuanya pada artikel ini.

Saya tidak akan menyangka blog ini akan hidup sampai selama ini, cuma ada yang disayangkan, karena saking sibuknya dengan kerjaan lain, jadi jarang bisa update artikel.

Selain blog ini yang saya jadikan sampingan, saya juga mendirikan usaha dibidang jasa website dengan seorang partner saya pada tahun 2014.

Pengalaman-pengalaman inilah yang ingin saya bagikan kepada kamu. Pengalaman pertama kalinya saya belajar website hingga saya bisa membangun usaha sendiri dan saat ini beranggotakan 5 orang, termasuh 2 founder-nya.

Oh ya, sejujurnya, basic saya bukanlah seorang lulusan jurusan pemrograman, tapi saya lulusan Desain Komunikasi Visual. Tapi, saya tertarik didunia ini semenjak saya berada di bangku SMK.

Pengalaman Belajar Membuat Website

Banyak hal yang telah saya lalui sebelum saya bisa membuat website saya sendiri. Awalnya saya adalah orang yang paling gaptek diantara teman-teman saya, tapi pada akhirnya saya bisa mahir didunia ini.

Awal Menganal Dunia Internet

Ketika itu saya masih SMP, sekitar 10 tahun yang lalu. Teman-teman saya sudah banyak tahu tentang internet.

Bahkan ketika SD, anak-anak lainnya sudah fasih bermain game online, sendangkan saya tidak pernah tahu bagaimana itu game online.

Bahkan memegang komputerpun rasanya asing banget. Singatnya, ketika itu saya mendapatkan tugas dari sekolah membuat artikel yang bisa dicari di internet.

Beruntung ada teman yang mau mengajak saya ke warnet saat itu, karena saya sama sekali tidak pernah tahu apa itu warnet.

Ketika browsing-browsing, rasanya kok asik. saya pernah bergumam dalam hati, ini adalah dunia yang akan saya dalami. Tapi, yang lebih saya ingin dalami saat itu adalah pada bidang komputer.

Karena saat itu jaman-jamannya komputer sedang tren. Jadi saya bicara ke orang tua saya, jika saya bisa masuk ke jurusan komputer saat diterima di SMK pilihan saya, saya ingin dibelikan komputer.

Akhirnya saya diterima dijurusan Multimedia, awalnya ingin mencari jurusan Rekayasa Perangkat Lunak, tapi salah mengisi formulir saat tes.

Saat itu adalah moment dimana saya memiliki komputer personal pertama saya.

Entah, awalnya ingin masuk ke jurusan elektro, tiba-tiba beralih ke jurusan komputer. Mungkin ini bagian dari pengaruh internet yang tidak saya sadari.

Mulai Tertarik Pada Website

Setelah banyak mempelajari dunia komputer, utak-atik sana sini. Saya mulai bosan dan mencari dunia lain yang ingin saya pelajari.

Mata pelajaran utama saya saat sekolah adalah memahami dasar-dasar desain dan beberapa dasar editing video.

Saya juga sampai membeli buku-buku panduan penguasaan softwarenya, entah sekarang sudah ditangan siapa. Hingga akhirnya masuk ke materi pembuatan website.

Setiap dapat pelajaran ini, saya selalu bersemangat, merasa menemukan dunia baru yang akan saya pelajari lebih dalam. Saya mulai membeli berbagai macam buku panduan tentang website.

Puncak saya benar-benar adicted didunia ini adalah ketika saya magang di salah satu stasiun radio di Bali. Disana saya mendapatkan internet yang lumayan cepat pada masanya dan unlimeted, bebas kuota (biasa diwarnet sih).

Saya manfaatkan fasilitas tersebut untuk mencari berbagai macam panduan, sampai saat ini pun, panduan-panduan itu masih saya simpan.

Mungkin ada beberapa yang saya download, tapi belum pernah saya buka sama sekali, hingga saat ini.

Belajar Membuat Website

Berbekal semua panduan yang saya miliki, saya belajar otodidak dasar-dasar membuat website. Lebih mendalami bagaimana dasar-dasar HTML, mengenal dasar-dasar CSS. Sampai akhirnya masuk ke bahasa pemrograman PHP.

HTML dan CSS sudah saya kuasai, PHP dasar sudah saya pahami, hingga bisa membuat aplikasi website untuk pendaftaran siswa baru yang saya jadikan bahan untuk Ujian Akhir Kompetensi Keahlian.

Tapi, kalau cuma hanya itu saya, tidak bisa membuat sebuah website jadi. Terlalu ribet untuk membuat sebuah website dengan PHP Scrath. Hanya sebatas aplikasi sederhana saja. Hingga saya menemukan CMS bernama Joomla.

Bertemu Guru Yang Mengajari Tentang Pola Pikir Di Dunia Website

Dari sinilah karir saya dimulai. Siang-malam saya mempelajari Joomla. Masuk forum komunitas Joomla Indonesia. Bertemu banyak master yang bisa membantu saya menyelesaikan masalah saya. Hingga saya bertemu dengan guru saya.

Awalnya saya mencari free template untuk joomla. Saya menemukan free template yang dibagikan guru saya ini di forum joomla.

Tapi, masalahnya, saya tidak bisa meng-custom template ini sesuai keinginan saya. Tidak bisa bukan karena template-nya yang di-lock, tapi karena keterbatasan saya dalam memahami coding dari joomla.

Kemudian saya mengirim email pada creator-nya dan menanyakan berbagai macam hal. Karena merasa ribet menggunakan email, akhirnya kami memutuskan bertukaran ID Yahoo Messanger.

Terima kasih buat Yahoo Messanger, meski sekarang sudah tidak akan ada lagi.

Hal yang saya pelajar dari guru saya ini adalah pola pikir dalam memecahkan masalah, cara kamu mencari solusi dari masalahmu dengan google, bagaimana kamu bisa fix-kan tiap error yang muncul karena kesalahan coding dengan menggunakan google dan bagaimana kamu bisa membuat dan mengkombinasikan kata kunci di google agar kamu bisa menemukan solusi dari tiap masalahmu dalam belajar membuat website.

Ini poin yang terpenting bagi saya, bukan masalah teknik apa, atau coding seperti apa yang digunakan dalam buat aplikasi A. Tapi lebih ke logika pemecahannya.

Bagi seorang otodidak, hal ini benar-benar sangat berarti. Tapi, mahasiswa yang mengambil jurusan ini pun juga harus paham. Agar tidak manja, apa-apa bertanya pada teman disebalahnya.

Cara Saya Belajar Membuat Website

Dalam artikel lainnya mungkin sudah banyak saya bahas bagaimana cara saya belajar membuat website sendiri.

Salah satunya ada pada artikel belajar web desain untuk pemula dan artikel belajar web design. Silahkan kamu baca dulu artikel tersebut sebelum melanjutkan.

Dari poin-poin yang saya bahas pada artikel tersebut. Ada satu poin yang benar-benar saya lakukan sampai saat ini.

Memang semua poin tersebut penting, mengenal dasar-dasar HTML atau dasar-dasar CSS, tapi lebih penting bagi saya adalah belajar dari kasus yang sudah ada.

Misalnya kamu ingin membuat website dengan A. Jika kamu masih pemula, tentu saja kamu tidak bisa melakukannya langsung.

Kamu perlu belajar lagi untuk membuatnya. Maka dari itu, kamu bisa download theme atau template yang sudah ada.

Kemudian kamu custom template tersebut sesuai keinginanmu. Cara terbaik untuk tahu fungsi-fungsi dari masing-masing coding adalah dengan mengahapus bagian-bagiannya, jika terjadi error pada salah satu fitur atau atribut, maka disanalah letak fungsi dari coding tersebut.

Melakukan hal ini memang akan membutuhkan waktu belajar yang sangat lama, tapi jika kamu tekun, saya yakin kamu akan lebih mudah memahaminya karena kamu menemukan pemahamannya sendiri di banding diberitahukan orang lain.

Teknik ini hanya untuk orang-orang yang tidak gampang menyerah. Saya tidak sarankan dilakukan oleh orang-orang yang males.

Membeli Hosting

Setelah saya bisa membuat website sendiri, meski tampilannya masih standar-standar saja, bahkan masih jelek.

Saya memberanikan diri membeli domain dan hosting. Karena hal inilah  akhirnya saya membuat rekening Bank agar bisa melakukan transfer uang.

Silahkah buka artikel Hosting untuk pemula jika kamu ingin tahu lebih jauh bagaimana cara memilih hosting yang tepat.

Untuk informasi, pada blog ini saya menggunakan hosting di DomaiNesia. Saya memilih layanan tersebut karena support dan respon dari customer service yang lumayan sigap.

Projek Membuat Webiste

Setelah memberanikan diri membeli domain, sampai-sampai saya harus membuat rekening bank agar bisa melakukan transaksi via transfer, saya akhirnya bisa membuat projek website pertama saya untuk sebuah instansi.

Tidak dibayar. Saya cuma minta biaya untuk domain dan hostingnya saja. Tidak apa, tidak mendapatkan bayaran, saya pikir ini akan menjadi permulaan awal karir saya.

Saya bisa banyak belajar membuat wesbite dari projek ini dan juga sebagai portfolio pertama saya.

Projek selanjutnya, membuat website ditempat saya magang. Sebuah perusahaan yang bergerak dibidang jasa fotografi.

Mungkin salah satu alasan saya bisa diterima magang disini karena saya bisa membuat website. Pemilik perusahaan ini benar-benar tertarik ketika saya membahas masalah pembuatan website.

Projek Komersial

Naik ke kelas 3 SMK, akhirnya saya bisa mendapatkan klien pertama saya. Klien ini saya dapatkan berdasarkan saran dari pihak lain. Saran dari tempat magang saya sebelumnya. Mereka mengenalkan saya dengan klien mereka yang membutuhkan website.

Ya, klien pertama dengan hasil yang lumayanlah untuk anak sekolahan. Cuma apesnya, karena saya tidak begitu tahu tentang dunia bisnis, saya sempet kecolongan, klien ini belum membayar full.

Kenapa tidak ditagih? Sudah ditagih, penagihannya sudah saya lakukan ketika dia memesan jasa saya yang lainnya, tapi dia sudah bilang membayar full. Karena saking polosnya, belum begitu mengenal dunia ini, saya iyakan saja.

Klien kedua saya dapatkan sendiri, itu berasal dari luar daerah. Ini saya sudah di bangku kuliah, projek yang benar-benar apes banget. Sudah begadang buat ngerjain projeknya, sampai ninggalin tugas kuliah, eh setengahnya ga dilunasin. Jadi ceritanya begini..

Jadi saya pernah mendapatkan klien yang saya anggap teman. Entah dari mana saya mendapatkan kontaknya dan kita bertukar-tukaran kontak.

Beberapa bulan setelahnya, karena suka cerita-cerita masalah website, akhirnya dia menghubungi saya karena dia ada projek membuat website.

Website ini adalah website event, yang tentunya hanya berlaku saat event itu berlangsung, tidak tahunan.

Semua kesepakatan sudah beres, saya mengerjakan projek yang dia berikan ke saya. Untungnya dari awal Mama saya sudah bersikeras dengan saya agar saya meminta DP sebelum mengerjakan projek.

DP dibayarkan dan saya mulai mengerjakan projeknya siang malam.

Bahkan revisinyap pun tidak tanggung-tanggung. Harus saya selesaikan hari itu juga. Saya kerjakan sampai subuh,  padahal besoknya akan ada presentasi di kampus.

Ketika projek sudah kelar dan event sudah jalan, saya mulai mengejar untuk pelunasan. Dia malah mengundur-undur terus.

Bahkan saya mengancam akan mematikan website kalau tidak mau dilunaskan. Tapi karena beberapa alasannya dia, bodohnya saya, saya tidak jadi melakukannya.

Hingga event itu kelar. Saya tagih tidak juga ditanggepi, diundur-undur terus. Banyak alasan, lagi sakitlah, lagi inilah, lagi itulah.

Hingga saya berinisiatif kirim email ke atasannya dia, karena saya melihat ada cc email ke email atasannya. Jawabannya agak mengejutkan.

Ternyata orang yang saya pikir atasan orang ini sudah membayar full projeknya dan orang yang saya anggap temen ini ternyata cuma semacam freelancer.

Uang yang seharusnya diberikan ke saya, dia gunakan sendiri.

Pernah saya tagih lagi saat hampir 3 bulan event tersebut lewat dan dia masih banyak alasan. Kesel sih, tapi saya ikhlaskan saja.

Dari cerita diatas banyak hal yang bisa dipelajari.

Bagi kamu yang masih pemula. Ingat! Jangan lupa pernah meminta DP ketika ada projek. Jika klien tersebut belum memberi DP, jangan pernah mau mengerjakan projeknya tersebut.

Ketika dia kabur, setidaknya kamu sudah mendapatkan uang lelahmu semasa mengerjakan projeknya, daripada tidak mendapatkan sama sekali.

Buat aturan yang jelas, saat kamu mengerjakan projek. Jangan pernah mau diijak-injak klien. Meski mereka memberi kamu uang, tapi mereka dan kamu juga sama-sama membutuhkan.

Bagaimana kalau kliennya lari kalau saya terlalu tegas? Mereka tidak akan lari kalau dari awal perjanjiannya jelas dan sama-sama menguntungkan. Buat klien itu percaya dan benar-benar harus menggunakan jasamu bukan orang lain.

Dan jangan pernah takut kehilangan klien, usahakan saja kalau memang rejekinya, kamu pasti akan dapat.

Pengalaman 8 Tahun Menjadi Web Designer dan Developer

Selama 8 tahun bergelut dibidang ini, banyak hal yang dapat saya pelajari. Setiap projek yang dikerjakan atau studi khasus yang dibuat banyak memberikan pelajari bagi saya dalam memulai belajar membuat website dengan tampilan yang bagus termasuk sistem didalamnya.

Dalam karir profesional sebelum masuk kedunia entrepreneur, saya pernah bekerja didua tempat yang berbeda.

Pertama saya bekerja di tempat saya magang sebelumnya dan bekejar di studio desain dosen saya, disinilah ilmu tentang web design saya mulai diperdalam.

Bekerja Di Perusahaan Jasa Fotografi

Saya mulai menceritakan pengalaman saya dari saat saya bekerja part time diperusahaan jasa fotografi. Paginya kuliah, sorenya kerja.

Tidak banyak sih pengalaman membuat website yang saya dapatkan ketika saya bekerja disini. Karena tugas saya lebih banyak ke fotografi.

Cuma bos saya pernah berencana membuat web komunitas, cuma pengerjaannya dihentikan karena ada hal lain.

Tugas saya dibidang website lebih banyak ke update blog untuk SEO websitenya. Membuat blog baru dengan web 2.0 untuk optimize seo websitenya.

Pengalaman yang banyak saya dapatkan disini adalah pengalaman tentang fotografi.

Ya, mungkin karena saya kuliah di jurusan desain dan kebetulan fotografi masuk dalam mata kuliah saya di kampus, ya fine fine aja.

Lagian juga, jaman itu fotografi lagi trend-trendnya, bahkan sampai sekarang, banyak sekali fotografer baru bermunculan.

Bekerja Di Studio Desain

Studio desain ini adalah milik seorang dosen fotografi dan desain di kampus saya. Beliau tahu saya bisa membuat website karena saya suka ngobrolin masalah website.

Selain itu, di kampus, personal branding saya adalah orang yang bisa membuat website. Segala hal tentang website, pasti akan mengarah ke saya.

Karena modal personal branding yang belum seberapa itulah, bapak dosen ini mengajak saya bekerja dengannya.

Saya menerika ajakannya, sambil bekerja di perusahaan fotografi yang saya sebutkan sebelumnya.

Jadi habis pulang kerja saya langsung mengerjakan projek bareng bapak dosen ini. Masih seperti freelancer.

Karena saya lebih tertarik dengan pekerjaan yang diberikan dosen saya di studio desainnya, saya memilih resign di perusahaan sebelumnya dan lebih fokus bekerja di studio desain ini sebagai part time. Jadi tidak terlalu capek juga.

Banyak pengalaman yang saya dapatkan disini. Yang paling penting, pengalaman tentang desain. Bagaimana cara membuat layout website yang bagus.

Membuat website terlihat rapi tidak berantakan. Disinilah saya benar-benar bisa belajar membuat website, meski otodidak, kalau ada bug dicari solusinya sendiri.

Pengalaman disini membuat logika saya berkembang. Dari projek yang diberikan, banyak fitur-fitur yang tidak pernah saya tahu atau kepikiran untuk membuatnya.

Disini juga saya melatih kecepatan waktu membuat sebuah projek, berpikir lebih cepat untuk menyelesaikan projek atau masalah.

Dari sinilah saya mulai mengenal bahasa pemrograman javascript untuk web. Lebih dalam tahu tentang wordpress. Pengalaman ini sangat berguna bagi saya ketika membangun usaha saya sendiri.

Cuma sayangnya, projek website yang saya bangun ini tidak berkembang. Market yang dituju tidak jelas, bisnis model tidak terarah mau kemana, yang paling parah, dalam setahun bisa 4 kali ganti konsep dan desain website.

Mungkin kalau semua jelas, saat ini website tersebut sudah menjadi website yang besar. Mungkin.

Membuat Usaha Sendiri

Maret 2014 saya akhirnya mendirikan usaha saya bersama parter saya dalam bidang jasa website dan desain grafis. Awalnya saya kenal dengan partner saya ini dari group facebook di kampus karena ketertarikan kita didunia bloging.

Merasa cocok, akhirnya kita memutuskan bergabung membangun sebuah usaha.

Awal-awal kami masih menjadi perusahaan seperti perusahaan website lainnya. Membuat website seperti apa yang diminta klien, ngoding tiap ada projek baru atau kalo tidak sanggup karena waktu yang sangat mempet, beli theme.

Lama kelamaan merasa jenuh dan kami memutuskan membuat sebuah produk dengan sistem kerja yang akan mempermudah kami dalam mengerjakan tiap projek.

Tidak ada kami berdua, projek masih bisa dikerjakan oleh tim.

Masih menggunakan wordpress, akhirnya kami membuat sistem kerja tersebut dan berhasil sampai sekarang.

Sempat tahun 2016, saya sendiri membuat web aplikasi yang berbasiskan laravel, tujuannya untuk mempermudah pengerjaan tiap projek website, tapi mandek karena pengerjaan tidak kunjung selesai juga.

Alasannya, tingkat kesulitan yang sangat lumayan besar jika dikerjakan sendiri. Pada akhirnya, web aplikasi tersebut ditunda sampai akhir tahun 2017.

Sebagai gantinya, kami merombak produk yang pernah kami buat ditahun 2015. Dan masih menggunakan wordpress.

Tips Dalam Belajar Membuat Website

Biar tidak panjang lebar menceritakan pengalaman saya saja, saya akan memberikan sedikit tips untuk kamu yang in belajar membuat website.

Pelajari Konsep Membuat Layout Website

Hal pertama yang harus kamu lakukan ketika belajar membuat website adalah kamu harus tahu konsep sebuah layout website.

Kamu harus tahu bagaimana gambaran website yang ingin kamu buat. Ini penting dipelajari sebelum kamu mulai ngoding.

Caranya mudah, ada aplikasi yang namanya Adobe Photoshop atau Adobe Illustrator. Kamu bisa gunakan aplikasi ini untuk membuat konsep layout website kamu.

Buat wireframe, kemudian desain website kamu. Cari referensi sebanyak-banyaknya tentang desain layout website

Kalau step ini kamu lewati, maka desain websitemu akan kurang bagus dan terkesan seadanya.

Silahkan membuat konsep webiste out of the box atau design website yang menurutmu, mustahil kamu bisa buat, itu bagus.

Ini akan jadi patokan kamu dalam mengasah skill kodingmu. Kenapa?

Pilih Bahasa Programan Yang Ingin Kamu Gunakan

Setelah kamu punya desain atau konsep layout website yang ingin kamu buat, sekarang saatnya kamu memilih bahasa pemrograman apa yang ingin kamu gunakan.

Saya sarankan kamu mulai kuasa HTML dan CSS, setelah itu baru masuk ke PHP, Javascript, Python, dll.

Seperti yang saya katakan sebelumnya, hasi layout websie yang buat akan menjadi patokan kamu dalam mengasah skill programing, semakin rumit desain layout yang kamu buat, maka skill programing-mu akan semakin expert, karena kamu harus masuk ke tinggkatan advanced  untuk bisa membuat website yang mirip dengan desain yang kamu buat sebelumnya.

Jika akhirnya kamu tidak bisa menyelesaikannya atau hasilnya tidak sesuai, setidaknya ada hal-hal yang bisa kamu pelajari. Inilah yang dulu pernah saya lakukan saat bekerja di Studio Desain milik dosen saya.

Saya diberikan konsep layout website yang sangat rumit, tapi syukur saya bisa menyelesaikannya, walaupun tidak mirip-mirip banget.

Gunakan CMS atau Framework

Kalau kamu ingin pekerjaanmu dipermudah, setelah kamu mengerti dasar-dasar pemrograman website, kamu bisa belajar membuat website dengan menggunakan CMS (Content Management System).

Disini yang perlu kamu pelajari adalah cara membangun theme atau template website tersebut, misalnya membuat theme wordpress.

Jika kamu ingin lebih advanced lagi, kamu bisa pelajari framework bahasa pemrograman yang kamu gunakan.

Ini akan lebih mempermudah kamu dalam membuat website, terutama dalam security juga. Biasanya tiap bahasa pemrograman website punya frameworknya masing-masing.

Misalnya, bahasa pemrograman PHP punya banyak framework seperti Laravel, cakePHP, Zend Framework.

Beli Domain dan Hosting

Setelah semuanya sudah selesai dibuat, kamu bisa membeli sebuah domain dan menyewa sebuah hosting untuk meng-online-kan websitemu.

Jika website cuma ada di-localhost komputer atau laptopmu saja, rasanya kurang greget.

Ada hal-hal yang bisa kamu pelajari juga ketika kamu sudah mulai meng-online-kan websitemu.

Banyak fitur-fitur yang bisa kamu buat, yang mungkin tidak ada di web server lokal komputer atau laptopmu. Bagian ini akan menjadi pelangkap prosesmu dalam belajar membuat website.

Dan jangan pernah menggunakan gratisan. Saya pernah menggunakan gratisan untuk belajar, tapi hasilnya tidak semaksimal saya membayar.

Karena ketika kamu mendapatkan projek untuk klienmu, kamu tidak mungkin akan menggunakan domain atau hosting gratisan tersebut untuk klienmu.

Fitur-fitur yang diberikan gratisan dan berbayarpun berbeda lumayan jauh.

 

Kuatkan Tekad Jangan Mudah Menyerah

Tips terkahir adalah kuatkan tekadmu dan jangan pernah menyerah. Jika terjai error, maka cari solusinya sampai dapat.

Tidak juga ketemu, cari lagi, gunakan cara lain. Di google banyak website yang bisa membantu kamu dalam memecakan masalah yang kamu hadapi dalam membuat website. Misalnya Stack Overflow.

Kalau ini memang passionmu, maka kamu akan rela waktumu untuk mempelajarinya lebih dalam dan kamu tidak akan mudah menyerah begitu saja. Saya yakin, tekad yang kuat akan memberikan hasil yang baik juga.

 

Ini adalah akhir dari tulisan kali ini. Tulisan yang lumayan  panjang, semoga bermanfaat buat kamu yang baru mulai belajar membuat website.

Jangan mudah menyerah, terus berkarya dan mulailah bikin websitemu sendiri.

Editorial Team

Editorial Team adalah mereka yang menulis artikel untuk blog PinDexain.

Related Stories

4 Responses to Belajar Membuat Website Sendiri – Pengalaman 8 Tahun Menjadi Web Designer dan Developer

  1. Om tanya, kalau buka jasa pembuatan website tp masih menggunakan cms wordpress apa boleh? Kalau wordpress kan misalnya beli themes, atur tampilan, beli domain hosting, selesai.

    • Bisa. Kalau boleh jujur saya juga biasanya jual webaite dgn bermodalkan wordpress, kalau masalah theme boleh beli tp baiknya kalo bisa buat sendiri 🙂

  2. Bang, rekomen gratisan gak template nya? Blog ane pake templat gratisan skg gan. Sila kunjungi dan komen hehe http://www.twisctre.com/2017/08/eskalator-tanah-abang-lajur-kanan-untuk.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *