Advertisement
Opinion

Mendengar dan Berbicara, Lebih Utama mana?

Pernahkan kalian memperhatikan teman-teman kalian? Tentunya ada yang suka berbicara, ada juga yang pendiam. Apakah kalian tahu? Kita dapat mengukur kecerdasan, kemampuan dalam mengolah berita, maupun pengalaman seseorang dari cara mereka berbicara dan mendengar? Namun apa kaitannya berbicara dan mendengar dengan ketiga hal tersebut? Nah, kali ini saya akan mencoba membahas hal tersebut berdasarkan pengalaman pribadi saya.

mendengar-berbicara

Apakah kalian pernah merasa aneh dengan teman kalian yang dahulu ia banyak bicara, baik tentang diri mereka, hingga pengalaman kerja dan hidup mereka yang sangat terkesan “Keren, aku harus bisa menjadi seperti mereka”, namun sedih ternyata kalian menemukan bahwa saat ini mereka tidak sesukses kalian (*maaf* mereka tidak berkembang). Berdasarkan pengamatan yang saya lakukan berdasarkan sebuah buku yang saya baca, penyebab orang tersebut tidak berkembang itu adalah mereka menutup diri mereka sendiri dari orang lain karena mereka merasa sudah cukup puas dengan apa yang telah ia lakukan dan hasilkan. Menutup diri yang dimaksud disini itu bukan mengurung diri di pojokan kamar sendirian 😀 Bukan… Yang saya maksud disini itu, orang tersebut mulai mengurangi intensitas “mendengar” mereka dari orang sekitar. Hah? Maksudnya? Coba kalian baca statement ini, “Orang besar memonopoli kegiatan mendengar, sedang orang kecil memonopoli kegiatan berbicara”. Untuk lebih jelasnya mari kita lihat contoh di bawah. 🙂

Kita ambil contoh orang besar disini adalah seorang pemimpin perusahaan besar. Seorang pemimpin adalah seorang pengambil keputusan. Untuk mengambil keputusan itu, seorang pemimpin harus mempunyai bahan mentah. Dalam mencapai keputusan yang kreatif, bahan mentahnya adalah gagasan dan saran dari orang lain. Tentu saja kalian jangan terlalu mengharapkan orang lain langsung memberikan ide mereka untuk menyelesaikan solusi pemecahan siap pakai untuk anda. Itu bukan alasan utama kita untuk bertanya dan mendengarkan. Gagasan dari orang lain itu berfungsi merangsang otak anda untuk mengeluarkan gagasan sendiri, sehingga anda menjadi lebih kreatif. Nah dari pengalaman saya ini, dapat saya tarik kesimpulan bahwa dengan mendengar atau meminta pendapat dari orang lain akan membuka jalan pemikiran kita menuju hal baru yang tidak kita pikirkan sebelumnya. Kalian bisa coba cara ini untuk mengeluarkan kreatifitas kalian melalu bertanya dan mendengar : 1. Dorong orang lain untuk bicara 🙂 “Ceritakan pengalam anda kepada saya tentang….” “Bagaimana menurut anda jika…” “Apa menurut anda….” dan seterusnya 2. Ujilah pandanganmu (pendapat) terhadap suatu permasalahan dalam bentuk pertanyaan.

Lihatlah bagaimana orang terkait memberikan respon kepada anda. Kemungkinan anda nantinya akan menemukan gagasan yang lebih baik. 3. Berkonsentrasilah pada apa yang dikatakan oleh orang lain. Ingat, mendengarkan adalah lebih baik daripada sekedar menutup mulut. Mendengarkan itu berarti membiarkan apa yang dikatakan orang lain masuk ke dalam pikiran kita. Banyak orang yang berpura-pura mendengarkan, padahal mereka tidak fokus dan bahkan tidak tertarik dengan bahan pembicaraan kita. Orang seperti itu sebenarnya hanya menunggu kesempatan dimana lawan bicara berhenti bicara, sehingga ia dapat mengambil alih pembicaraan tersebut (mendominasi pembicaraan *orang kecil* :p ) Sekian dulu deh goresan pengalaman ini 🙂 Semoga bisa memberi manfaat bagi sesama…

Editorial Team

Editorial Team adalah mereka yang menulis artikel untuk blog PinDexain.

Related Stories

One Response to Mendengar dan Berbicara, Lebih Utama mana?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *