Advertisement
Web Design

Menggunakan Css Framework atau Membuat Struktur Css Sendiri?

Menggunakan framework css. Dalam artikel ini saya cuma ingin sharing pengalaman saya dalam menggunakan css framework yang sudah ada atau membuat sendiri struktur css framework dari nol. Mungkin kita sebagai pemula seperti saya sendiri akan bertanya-tanya, manakah lebih baik menggunakan css framework yang sudah ada atau membuat sendiri struktur framework tersebut? Kadang kita akan terlihat lebih keren ketika membuat responsive layout dengan struktur css yang kita buat sendiri. Rasanya akan ada kebanggaan. Tapi apakah itu efektif saat kita menangani projek yang membutuhkan waktu cepat? Okay mari kita bahas,

Menggunakan Css Framework yang Sudah Ada

Jika teman-teman mendapatkan projek yang kliennya menginginkan waktu yang cepat sungguh disarankan menggunakan css framework yang sudah ada daripada membuat sendiri. Apa tidak ribet harus mempelajarinya lagi? Kalau dari padangan saya sendiri untuk mempelajari struktur framework tersebut tidaklah terlalu ribet, karena para pengembangnya sudah menyediakan dokumentasi/panduan yang lengkap. Misalnya penggunaan Boostrap. Framework ini benar-benar begitu Userfriendly jika kita liat dari layout yang dihasilkan. Userfriendly yang saya maksud adalah kita bisa membuat layout tanpa harus dipatok. Kita bisa membuat full grid ataupun menggunakan pilihan grid yang kita inginkan. Ada juga yang namanya  Skeleton seperti yang digunakan blog BYS, meski belum begitu sempurna dalam penggunaannya. Tapi dengan css framework ini saya bisa membuat themenya lebih cepat.

Penggunaan css framework akan jauh lebih efektif dan lebih cepat daripada kita harus membuat sendiri. Penggunaan boostrap sudah begitu lengkap, bahkan hingga ajax yang dibutuhkan sudah disediakan pada framework ini, bagaimana jika kita membuatnya sendiri?

menggunakan_css_framework

Membuat Struktur Css Sendiri

Jika kita ingin mengembangkan skill kita dalam mendeveloper yang berkaitan dengan hal ini tidak ada salahnya kita membuat struktur css framework kita sendiri. Tapi dalam pengaplikasian untuk klien, tidak disarankan. Bagaimana jika klien tersebut menginginkan kita harus mengelesaikan desain web tersebut dengan waktu satu minggu atau 2 minggu saja? Jika kita membuatnya sendiri mungkin akan membutuhkan waktu yang lama. Belum juga melakukan debugging untuk setiap screen. Dalam menggunakan css framework yang sudah ada sih memang perlu debugging juga, tapi tidak akan serumit saat kita membuat sendiri. Pengalaman saya sebagai pemula dalam membuat website dengan struktur css framework sendiri itu benar-benar harus butuh kesabaran. Saya mendevelopnya hampir sebulan, belum lagi debungging screen yang kadang mau seperti yang kita harapkan kadang tidak sesuai juga.

Tapi jika kita memang ingin membuat struktur framework sendiri, alangkah lebih baiknya kita lakukan riset sendiri pada saat sedang tidak menangani klien. Jadinya kita tidak akan keteteran. Iya jika projek yang kita dapatkan dibayar mahal, kalau tidak? Kita tidak bisa mengambil projek lainnya kan? Seperti prinsip para developer yang saya dapatkan di smashing magazine, “Jika projek yang kamu buat dibayar murah, maka yang harus kamu lakukan adalah menyelesaikannya dengan segera dan dapatkan lagi projek baru”. Mungkin hal itu bisa menjadi motivasi dan sikap displin yang bisa kita tirukan.

Tapi lainnya halnya jika kita sudah mempunyai struktur framework sendiri yang sudah kita buat sebelum-sebelumnya. Jika framework buatan mu sendiri bisa membuat nyaman, maka gunakanlah, tapi sebagai pemula lebih baik menggunakan css framework yang sudah ada terlebih dahulu. Apalagi kita belum tahu kemampuan dan kecepatan kita dalam menangani seuatu projek.

Ok, sekian sharing dari saya. Maaf jika ada kesalahan, jika teman-teman ada yang  ingin menambahkan atau membenarkan, mari diskusikan dikolom komentar.

Editorial Team

Editorial Team adalah mereka yang menulis artikel untuk blog PinDexain.

Related Stories

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *