Advertisement
Articles

Membuat Online Website, Apa Saja Yang Dibutuhkan

Barusan ada sepupu saya yang menanyakan kepada saya “bagaimana ya caranya membuat website? apa sih yang diperlukan?” Mungkin untuk orang awam yang belum terlalu mengenal dunia web akan kebingunan untuk masalah seperti ini. Dulu ketika saya baru memulai memasuki dunia ini, saya benar-benar kebingungan tidak atau harus mulai darimana belajarnya. Saat sekolah saya hanya diajarkan bahasa html. Tapi untungnya ketika saya PKL saya mendapatkan tempat yang mempunyai fasilitas internet, jaman dulu untuk mempunyai internet dirumah itu rasanya tidak mudah.

Dari situ saya belajar banyak, mendownload tutorial-tutorial tentang website dan akhirnya saya ketemu dengan orang yang bisa membimbing saya dalam dunia ini. Meski bukan bertemu secara langsung, hanya pada chat, beliau mengajarkan saya darimana dan bagaimana memulai belajar web. Saat itu saya sedang tertarik dengan cms joomla dan guru saya ini adalah masternya joomla, hingga akhirnya sekarang saya hijrah ke wordpress dan menjadi wordpress developer pemula.

Ini bukan masalah bisa atau tidaknya, tapi ini masalah waktu. Tidak ada hal yang bisa dipelajari dengan instan dan mudah. Kesulitan yang dialami dalam belajar itu adalah ilmu yang kamu dapatkan. Makin sulit masalah yang kamu dapatkan, maka ilmu yang kamu dapatkan akan lebih berkembang lagi. Ok, agar artikel ini tidak menjadi pembahasan yang menggurui, saya cuma ingin berbagi apa saja yang dibutuhkan dalam membuat online website. Mungkin penjeasalan saya ini akan agak sedikit amburadul karena pengetahuan yang saya punya tidak seperti master-master web yang ada di internet. Saya hanya menjelaskan sesuai pengalaman apa yang sudah saya miliki dalam pembuatan website.

Membuat Online Website

Niat

Kenapa niat saya gunakan sebagai hal pertama? Itu karena saya pikir semua ini berawal dari niat. Jika kamu tidak pernah berniat untuk bisa, maka kamu tidak akan pernah bisa. Dalam belajar pun juga seperti ini, apalagi website mungkin akan menjadi dunia baru untuk kamu bagi yang masih pemula. Niatkan dulu, kalau tidak niat mendingan tidak melakukannya. Kasian waktu terbuang hanya untuk melakukan sesuatu hal yang setengah-setengah bukan?

Content Management System

Bagi web master mungkin kata ini tidaklah asing lagi didengar, tapi bagi pemula apa lagi yang sama sekali belum pernah menyentuh dunia ini akan kebingungan dengan nama tersebut.

content management System bisa juga disingkat CMS, adalah sebuah perangkat lunak yang memungkinkan seseorang untuk menambahkan dan/atau memanipulasi (mengubah) isi dari suatu situs Web. Umumnya, sebuah CMS (Content Management System) terdiri dari dua elemen:

  • aplikasi manajemen isi (Content Management Application, [CMA])
  • aplikasi pengiriman isi (content delivery application [CDA]).

Elemen CMA : memungkinkan pengelola konten yang mungkin tidak memiliki pengetahuan mengenai HTML seperti halnya pemula dalam dunia website atau coding, agar bisa  mengelola pembuatan, pengubahan, dan penghapusan isi dari suatu situs web tanpa perlu memiliki keahlian sebagai seorang webmaster.

Elemen CDA : menggunakan dan menghimpun informasi-informasi yang sebelumnya telah ditambah, dikurangi atau diubah oleh pemilik situs web untuk memperbaharui situs web tersebut. Kemampuan atau fitur dari sebuah sistem CMS berbeda-beda. Walaupun begitu, kebanyakan dari perangkat lunak ini memiliki fitur publikasi berbasis Web, manajemen format, kontrol revisi, pembuatan indeks, pencarian, dan pengarsipan yang hampir sama. (sumber wikipedia)

Jadi saya harus memulainya dengan menggunakan cms apa? Penggunaan cms dalam pembuatan website itu bisa apa saja, jika kamu seorang webmaster mungkin kamu bisa membuat cms mu sendiri dengan code yang kamu susun, tapi jika tidak kamu bisa menggunakan cms yang sudah banyak tersebar diinternet, dan mungkin yang paling populer saat ini wordpress, joomla, dan drupal. Ketiga cms tersebut merupakan perangkat lunak yang open source (kode terbuka).

Jika kamu mempunyai skill dalam coding, kamu bisa mengutak-atik isi code-code yang terdapat didalamnya untuk membuat website kamu bisa sesuai dengan apa yang kamu inginkan. Tapi satu hal yang terpenting,  jangan pernah membanding-bandingkan mana yang baik dari ketiga cms tersebut. Karena ketiganya mempunyai fungsi yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan.

Domain dan Hosting

Membuat Online Website

Untuk membuat website kamu online, website kamu harus mempunyai rumah kan? Rumah tempat dimana kamu bisa menyimpan data website kamu. Ini dia domain dan hosting.

Apa itu domain? Adalah nama unik yang diberikan untuk mengidentifikasi nama server komputer seperti web server atau email server di jaringan komputer ataupun internet. Nama domain berfungsi untuk mempermudah pengguna di internet pada saat melakukan akses ke server, selain itu juga dipakai untuk mengingat nama server yang dikunjungi tanpa harus mengenal deretan angka yang rumit yang dikenal sebagai alamat IP (misal 112.215.60.38).

Nama domain ini juga dikenal sebagai sebuah kesatuan dari sebuah situs web seperti contohnya “wikipedia.org”. Nama domain kadang-kadang disebut pula dengan istilah URL, atau alamat website.  Pada

awalnya nama domain hanya dapat dituliskan dengan ke-26 abjad Latin, namun saat ini telah dimungkinkan untuk menggunakan abjad asing dengan Internasionalisasi nama domain. Sistem nama domain (DNS) adalah aturan yang dipakai dalam sistem penamaan dari nama domain ini. (wikipedia)

Banyak jenis-jenis domain saat ini, karena setiap negara juga memiliki domain mereka masing-masing, seperti halnya di Indonesia ada domain co.id, or.id dll, sedangkan untuk top level domain ada .com (dotcommercial), .net (dotnetwork), .org(dotorganization), .edu(doteducation), .gov(dotgoverment), .mil(dotmilitary), .info (dotinfo), dll.

Apa itu Hosting? adalah suatu space atau tempat di internet yang kita gunakan untuk menyimpan data-data situs kita. Entah itu situs perusahaan, situs pribadi, situs blog, dan lain sebagainya. Setiap situs yang ingin kita onlinekan sehingga banyak orang bisa mengaksesnya, harus disimpan pada suatu host.

Dalam analogi sederhana :
Domain = Nomer kartu selular kamu (085xxxxxxxx)
Hosting = Perangkat Telepon selular kamu (Sony, iPhone, Samsung, dll)

Terus domain dan hosting tersebut berbayar gak? kalau domain top level sudah pasti berbayar, untuk pemilihan domain saya sarankan ambil yang berbayar saja, karena banyak domain gratis sekarang sudah diblock oleh search engine seperti google.

Nah kalau hosting ada sih hosting yang gratis, tapi hosting berbayar tentu saja lebih baik digunakan karena menawarkan kamu fitur-fitur yang tentu saja lebih lengkap dibanding yang gratis. Contohnya

tersedianya fitur-fitur seperti: fitur FTP, fitur webmail, fitur mysql, bebas iklan yang tidak kehendaki, dan yang lain sebagainya. Sedangkan hosting gratis banyak batasannya. Kita tidak bisa menentukan space yang akan kita gunakan, sering adanya iklan-iklan yang tidak kita kehendaki, aksesnya yang lambat, dan lain sebagainya.

Oh ya, untuk hosting, jika kamu kebingungan mencari hosting mana yang baik, saya bisa menyarankan menggunakan layanan hosting di domainesia.com.

Kamu juga bisa mendapatkan diskon sebesar 20% dengan menggunakan kode promo HostDiskon. Sekedar informasi saja, blog ini juga menggunakan layanan hosting tersebut.

Mungkin kamu ingin diskon yang lebih besar lagi? Silahkan membeli layanan hosting dari niagahoster.co.id dengan menggunakan kode promo a-HostingPromo.

Kamu akan mendapatkan potongan harga sebesar 10% – 40% dari total paket harga yang kamu beli. Dihari-hari tertentu, bahkan diskon bisa mencapai 50%.

Nah itu cuma sebagian cara saja. Penjelasan lebih lanjut mungkin akan kita bahas dilain hari, ini cuma bagian terpenting saja. Bagi pemula mungkin akan sangat penting, tapi untuk para master, ini palingan akan menjadi hal biasa saja.

Editorial Team

Editorial Team adalah mereka yang menulis artikel untuk blog PinDexain.

Related Stories

One Response to Membuat Online Website, Apa Saja Yang Dibutuhkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *