Advertisement
Opinion

Kenapa kita harus mengeluh terus?

Pada tulisan ini saya akan membahas tentang mengeluh. Saya bukan berbmaksud mengajarkan pembaca tentang hal ini. Karena saya belum benar-benar menjadi “orang”. Saya cuma membeberkan pendapat saya dari pengalaman saya.

No Talking

Jujur sekarang saya sangat tidak suka melihat orang kerjaannya cuma mengeluh dan yang paling parah terus-terusan mengeluh hal yang sama. Karena dulu saya pernah menjadi orang yang seperti itu, orang yang selalu mengeluh. Tapi ketika saya benar-benar membuka pikiran dan menyadarkan pikiran saya. Mengeluh itu tidak ada gunanya, bung! Terus-terusan mengeluh cuma akan menterjerumuskan kita pada hal-hal buruk. Bukan berarti karena menulis ini saya adalah orang yang tidak pernah mengeluh. Bukan! itu salah. Saya juga pernah mengeluh! Tapi apakah kita harus terus-terusan mengeluh, di suruh buat ini mengeluh, buat itu mengeluh.

Ada seorang teman saya pernah membuat tweet di akun twitternya “semua pekerjaan yang di lakukan itu memang capek”. Dan saya tertegun sebentar membacanya. Apapun yang di lakukan semuanya capek, kita hidup pun capek, capek akan banyaknya permasalah yang di dapat. So, kalau gak mau capek ya gak usah hidup!

Saya juga gak suka melihat orang-orang yang selalu mengeluhkan permasalahannya di media sosial. Sekarang mengeluh, besoknya mengeluhkan permasalahan yang sama juga. Masalah itu di cari solusinya, bukan di keluhkan! Dulu saya pernah membaca sebuah buku yang isinya “semakin banyak kamu mengeluhkan hal-hal yang negatif maka yang negatif itu akan tertarik dalam kehidupanmu”. Dan itu memang benar, coba saja kamu terus-terusan mengeluh hal yang negatif, apa yang terjadi pada hidupmu? Apakah hidupmu akan menjadi lebih baik? Apa masalahmu mendapatkan solusi? Tidak! justru kamu akan semakin down dan terjerusmus semakin dalam.

Ayolah kita coba berpikir positf dan yang terpenting berpikir yang benar (right thinks). Misalnya ketika kamu sakit, jangan katakan “sial banget, penyakit ini benar-benar seakan membuatku mati perlahan-lahan” apa lagi kamu sampai mengatakannya di situs media sosial. Ketika orang membaca itu, seakan mereka mendoakanmu seperti yang kamu katakan. Coba sekali-kali katakan “Yah syukurlah, penyakit ini gak parah-parah amet, besok aja sembuh. Terima kasih Tuhan, mungkin dari penyakit ini engkau telah memberiku sebuah peringatan akan hidupku”. Intinya bersyukurlah dengan apa yang didapatkan.

Terus buat apa mengeluh jika Tuhan sudah menganugerahi kehidupan yang layak bagi kita. Kita mempunyai 2 tangan, 2 kaki, 2 mata, 2 lobang hidung, 2 telinga. kenapa kita tidak mensyukurinya? Justru banyak orang yang normal yang terus-menerus mengeluh kekurangan, berbeda dengan orang yang (maaf) cacat. Ada semua program acara yang berjudul hitam putih, disana dia menghadirkan bintang tamu penyandang cacat. Beliau tidak mempunya kaki, tapi beliau sukses dengan pekerjaannya sebagai pengusaha kripik. Jujur saya hampir menangis menonton ini. Mereka saja bisa mensyukuri apa yang di milikinya, kenapa kita orang normal tidak?

Sekian dulu tulisan ini, ayo kawan kita berhenti mengeluh. Syukuri apa yang sudah kita miliki, Syukur itu bahagia ! Sekali lagi, tulisan ini saya buat bukan bermaksud untuk mengajari, tapi saya cuma mengutarakan pendapat saya, Salam. . . 😀

I Wayan Widyana

Selalu menganggap diri seorang pemula. Seorang Website Designer yang lagi suka nulis, juga editing video, dan memperhatikan tren desain. Entrepreneur. Co-Founder & CTO Pilar Kreatif Studio - Marketing & Editor Palawakia Studio

Related Stories

One Response to Kenapa kita harus mengeluh terus?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *