Advertisement
Opinion

Bad Client? Jasa kamu Tidak Dibayar? Bagaimana Mengatasinya?

Mendapatkan bad client? Mungkin bagi teman-teman yang menjadi seorang freelancer akan pernah mengalami hal seperti ini. Saya tidak mengatakan sering, tapi mungkin ada waktunya kamu pernah mengalaminya. Awalnya saya tidak terlalu pikir pusing tentang cerita teman-teman saya yang mengalami hal seperti ini, hingga tidak dibayar jutaan rupiah. Tapi kali ini saya percaya, begitu buruk rasanya ketika mendapatkan klien yang seperti itu.

 

Pada artikel ini saya ingin bercerita, mungkin membagikan sedikit tips yang bisa saya simpulkan dari pengalaman-pengalaman yang sudah terjadi. Tulisan ini bukan bermaksud mengajari atau mencoba menggurui. I just want to share what i think.

Apabila kamu seseorang yang baru didunia freelancer yang menjual jasa berdasarkan passion atau skill yang kamu miliki, pasti kamu sedang gempar-gemparnya mempromosikan jasa kamu dan mencari pemasukan sebanyak-banyaknya. Bahkan, mungkin kamu akan melakukan apa saja agar kamu bisa mendapatkan deal dan fee dengan secepat mungkin. Dikala senangnya mendapatkan banyak projek dan klien, mungkin hal yang tidak akan kamu pikirkan adalah jasamu tidak dibayar. Atau mungkin setengah dari jasamu tidak dibayar. Iya kalau klien dengan tempatmu berada sekarang dekat/tidak terlalu jauh, bagaimana jika klien tersebut berada di pulau yang berbeda? Apa yang bisa dilakukan? Jika mencarinya, dirasa tidak mungkin kan? Misuh-misuh? Buang-buang waktu.

Ini hal yang sedang saya alami saat ini sebagai freelancer web designer. Saya mengerjakan projek hingga subuh untuk menyelesaikannya tepat waktu. Bahkan pekerjaan kadang molor karena klien telat memberikan bahan-bahan yang dibutuhkan. Pernah juga saya tidak mengikuti ujian persentasi karena telat bangun karena begadang menyelesaikan pekerjaan tersebut. Gak enak? Pasti banget. Bagaimana tidak, kita harus menginggalkan kuliah penting demi pekerjaan yang tidak memberikan hasil. Mungkin ini karena saya memiliki perasaan tidak enakan/tidak tegaan yang membuat saya memberikan pelayanan yang berlebihan hingga batas service yang di janjikan. Dari sini saya dapat belajar, dalam berbisnis jangan pernah memiliki perasaan tersebut. Memberikan service lebih itu bukan hal yang tidak boleh dilakukan, tapi lihat dulu orangnya seperti apa. Kita juga harus tegas untuk membuat keputusan, perasaan gak tegaan akan membuat kita labil.

Memasuki dunia bisnis itu rasanya seperti kita masuk hutan belantara yang penuh binatang buas. Lengah sedikit kita akan dimanfaatkan dan ditikam hidup-hidup. Ngeri sekali ya? Tapi kembali lagi, dalam hidup pasti akan ada resiko yang dihadapi. Bukan cuma dalam berbisnis saja, juga dalam hal lainnya. Jangan dengan membaca artikel ini kamu menjadi takut memasuki dunia bisnis. Artikel ini saya buat cuma ingin membagikan pengalaman yang sudah saya alami, mungkin saja bisa menjadi bahan pelajaran buat teman-teman yang masih pemula dalam dunia bisnis, seperti saya ini.

Bagaimana Mengatasi Jika Jasa kamu Tidak Dibayar?

Berikut beberapa tips yang mungkin bisa membantu kamu. Tips ini saya buat berdasarkan kesimpulan dari pembicaraan dengan teman-teman yang juga pernah mengalaminya.

Ikhlaskan

Kata orang, ikhlas adalah perasaan yang menghubungkan kita dengan Sang Pencipta. Yup, kita tidak perlu pusing-pusing untuk mengkhawatirkan hal seperti ini. Ini bisa saya simpulkan karena mendengar seorang teman yang mempunyai jasa fotografi tidak dibayar mungkin bisa dibilang lebih dari setengah harga. Hal yang paling konyol saya dengar adalah kliennya tersebut tidak puas dengan jasa teman saya, tapi anehnya album foto dan hasil-hasil foto yang dikirimkan diambil juga. Cerita lain juga saya dapatkan dari teman yang juga seseorang yang bergerak didunia jasa fotografi juga. Mungkin ini kejadian paling parah yang pernah saya dengar. Dia melakukan pemotretan produk dari jam (kurang lebih) 8 pagi – 12 malam, dan tidak dibayar sama sekali. Mungkin jika kamu berada disisi dia, kamu pasti akan marah-marah, misuh-misuh. Tapi ini mungkin merupakan hal yang tidak berguna juga, kata yang paling tempat “Ikhlaskan”. Sejak kejadian tersebut, orang yang menggunakan jasa teman saya tersebut, toko tempat dia menjualkan produk tidak dibuka-buka juga. Mungkin ini yang namanya hukum karma, ada sebab maka ada akibat.

Keep Calm and Stay Focused

Cara yang lainnya adalah tetap tenang tidak usah terlalu memikirkan hal tersebut, jangan khawatir. Anggap saja itu merupakan sebuah pelajaran. Jika kamu terlalu memikirkan apa lagi sampai mengkhawatirkan hal tersebut, itu akan menjadi kendala kamu untuk maju, menjadi lebih baik lagi. Bukankah khawatir itu lebih melelahkan dari pada bekerja keras? Fokuskan diri kamu dengan apa yang sedang kamu kerjakan saat ini, yang sudah lewat biarkan lewat. Toh kita hidup bukan pada hari-hari kemarin atau mungkin hari esok kan? Tapi kita hidup dihari ini, detik ini juga. Terlalu sia-sia waktu yang kita miliki untuk memikirkan hal yang sudah lewat.

Go Ahead

Selain fokus, tetaplah bergerak maju. Jangan biarkan apa yang sudah terjadi pada dirimu membuat kamu menjadi mundur secara perlahan-lahan hingga akhirnya kamu meninggalkan/melupakan apa yang seharusnya menjadi tujuanmu.

Mungkin itu saja tips yang bisa saya berikan. Bukan tips berupa tindakan sih tapi mungkin bisa memperbaiki emosi kita agar tidak terlalu menjadikan hal tersebut sebuah permasalahan yang besar.

I Wayan Widyana

Selalu menganggap diri seorang pemula. Seorang Website Designer yang lagi suka nulis, juga editing video, dan memperhatikan tren desain. Entrepreneur. Co-Founder & CTO Pilar Kreatif Studio - Marketing & Editor Palawakia Studio

Related Stories

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *